Beauty Talks

Beauty Notes for Teenager

Permasalahan kulit remaja merupakan hal lumrah yang sering ditemui. Saya tahu persis bagaimana rasanya memiliki masalah wajah saat memasuki masa pubertas. Awal mula saya memasuki masa pubertas, saya tidak begitu ambil pusing terhadap masalah jerawat yang muncul secara perlahan di awal. Namun, setelah mengalami haid pertama, saya merasakan jerawat ini cukup menyita perhatian saya. Awalnya, jerawat ini hanya muncul dan hilang begitu saja, seiring berjalannya waktu, mereka seperti membuat koloni di wajah saya. Hingga, jiwa seorang wanita yang tersembunyi di tubuh bocah SD tersebut menyadari bahwa dia harus mulai belajar bagaimana cara merawat wajahnya.

Siapa sih Teenager itu ?

Pengalaman saya tersebut membuat saya ingin membahas topik mengenai kebutuhan skincare pada remaja. Perlu ditekankan kata teenager merupakan definisi bagi remaja berumur 13 tahun (thirteen) sampai 19 tahun (nineteen). Inilah alasan mengapa mereka disebut sebagai teenager, teenager hanya berlaku bagi remaja dengan kisaran umur yang angkanya mengandung kata “teen”. Lalu, apakah umur 20 tahun ke atas adalah usia yang terlambat untuk memulai skincare routine ? Tidak ada kata terlambat kok, cukup mulai dari Basic Skincare sederhana terlebih dahulu ya.

A Little Story about My Teenager Skincare Journey

Memasuki umur 13 tahun, saya memiliki masalah jerawat pubertas yang tiba-tiba menyerang saya. Akhirnya saya memutuskan untuk belajar menggunakan sabun muka. Saya menemukan bahwa  Pond’s white beauty merupakan satu-satunya sabun muka yang cocok di wajah saya saat itu. Jadilah, saya memakai Pond’s white beauty facial foam ini hingga saya memasuki umur 17 tahun.

Selanjutnya, saya mulai menyadari pentingnya penggunaan SPF saat menjadi siswa SMA. Saya kemudian mulai menggunakan pelembab yang dilengkapi dengan SPF. Seingat saya SPF yang saya gunakan hanya 15, tapi sudah cukup melindungi wajah saya yang terpapar sinar matahari selama jam sekolah.

Semenjak saat itu, saya tidak pernah merubah daily skincare saya. Saya hanya menggunakan sabun muka, pelembab (dengan SPF), dan bedak tabur atau bedak padat yang diperuntukkan untuk remaja di pagi hari. Sore dan malam hari ? Saya hanya mencuci muka dengan sabun muka lalu memakai olive oil dan pergi tidur. Olive oil yang saya gunakan waktu itu adalah dari brand Wardah.

Namun, melihat kondisi polusi di era modern ini, saya menyarankan agar adik-adik melakukan double cleansing dengan micellar water atau cleasing milk, atau produk first cleanser lainnya setelah pulang sekolah. Saya mengakui bahwa kondisi lingkungan di zaman modern ini membuat kotoran di wajah meningkat secara drastis, sehingga sangat penting untuk melakukan double cleansing.

Bagaimana memilih skincare untuk Remaja ?

Sebenarnya daily skincare yang dapat digunakan remaja sama seperti tahap skincare pemula yang telah saya kemukakan sebelumnya. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama masa remaja ini, yaitu:

  • Don’t wear too much makeup

Ini mungkin akan menjadi sebuah nasihat klasik. Namun, ini benar-benar membantu, semakin sedikit produk yang kamu taruh di wajahmu, semakin ringan beban kerja produk skincare-mu. Selama saya memasuki usia remaja, menggunakan foundation merupakan hal yang sangat jarang ditemukan di sekolah. Kami hanya menggunakan make up untuk special event seperti acara pensi sekolah, pentas drama, acara perpisahan dan acara formal lainnya.

Sebenarnya, sah-sah saja jika kamu ingin menggunakan make up. Namun, sekali lagi kebersihan wajah harus benar-benar diperhatikan, selain itu kelembaban wajah harus dijaga dengan baik. Jangan sampai foundation membuat kelembaban di kulitmu berkurang lalu menjadikan wajahmu bermasalah akibat residu foundation yang tertinggal di wajah menghambat pori-pori lalu menimbulkan jerawat serta menghilangkan kelembaban kulit.

Remember, you are just still a teenager. Rawatlah kulitmu dengan baik sebelum kamu memasuki dunia orang dewasa di umur 20-an.

  • Gunakan produk yang diformulasikan khusus untuk remaja

Kulit remaja merupakan kulit yang masih dalam kondisi yang optimal. Memperkenalkan skincare sejak dini kepada wajah di usia remaja merupakan hal yang baik, namun, sebaiknya gunakan produk yang diformulasikan khusus untuk remaja.

Skincare remaja biasanya diformulasikan lebih ringan di kulit. Hal ini karena kulitmu masih dalam kinerja yang optimal. Jadi, tugasmu hanya menjaga layaknya sebuah mesin yang diservis dengan baik meskipun tidak ada kerusakan. Sehingga, dengan menggunakan skincare dengan kandungan yang ringan, wajahmu akan terjaga kinerjanya sekaligus juga tidak akan merusak kulitmu akibat kandungan ingredients aktif yang terlalu berlebihan.

  • Priority Things of Skincare

Di usia remaja, kamu tidak perlu memusingkan skincare step yang terlalu rumit. Namun, ketiga hal ini tidak boleh kamu sepelekan. Jika kamu memperhatikan ketiga poin ini dengan baik, kamu akan lebih mudah merawat kulitmu saat kamu memasuki usia 20-an. Ketiga poin yang saya maksudkan adalah sebagai berikut:

  • Kebersihan Kulit

Biasakan mencuci wajah saat bangun tidur, sore hari, dan malam hari sebelum tidur. Pilihlah pembersih wajah yang efektif untuk membersihkan kotoran di wajahmu. Kamu bisa melakukan testing keefektifan sabun wajahmu dengan cara yang sederhana. Caranya cuci bersih wajahmu dengan sabun wajah, keringkan dengan handuk, basuh wajahmu dengan tisu basah. Jika masih terdapat sisa kotoran, sebaiknya kamu menambahkan first cleanser seperti micellar water, cleasing milk, cleansing oil, dan lain-lain sebelum kamu mencuci wajah dengan sabun wajahmu atau beralih ke sabun wajah lain yang lebih efektif.

  • Kelembaban Kulit

Meskipun kemampuan regenerasi wajahmu masih baik di usia remaja. Ada baiknya kamu merawat wajahmu dengan menjaga kelembabannya sejak dini. Gunakan cream ringan yang diformulasikan untuk remaja setelah mencuci wajah.

Jika, kamu masih merasa belum berani menggunakan night cream seperti saya sewaktu remaja dulu. Kamu bisa menggunakan olive oil sebagai pengganti night cream. Ini kebiasaan sederhana yang sering saya lakukan, dan hasilnya ternyata cukup memuaskan untuk menjaga kelembaban sampai bangun tidur di keesokan harinya.

  • Proteksi Sinar Matahari

Saya tau persis bagaimana padatnya kegiatan outdoor selama di sekolah. Saya pun pernah mengalaminya seperti latihan esktrakulikuler, jam pelajaran tambahan, latihan petugas upacara, berjalan ke rumah teman atau tempat les, atau sekedar menunggu jemputan di siang bolong. Rasanya seperti matahari sedang berada di depan saya. Namun, saya dulu sangat rajin memproteksi diri dengan sunscreen. Saya sempat berganti beberapa produk sebelum menemukan yang benar-benar cocok. Hasilnya, sunscreen atau sunblock yang paling efektif untuk saya kala itu adalah sunscreen atau sunblock yang dilengkapi dengan PA++ dan SPF minimal 15 dan maksimal 30. Sesuaikan saja ya dengan kegiatanmu, kalau kamu termasuk organisasi yang aktif di lapangan, ada baiknya menggunakan SPF 30.

Sekian, sedikit coretan tulisan saya hari ini. Semoga bermanfaat.

Terima kasih telah membaca, Fellas !

 

Karina

A girl who falls in love with skincare and has many intention to try something new.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *