Skincare Review

Everwhite Let it Glow Milk & Oat Clay Mask Review

Masker merupakan daily routine skincare yang hampir tidak pernah saya tinggalkan. Biasanya saya rutin memakai masker sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu minggu. Namun, saya sangat pemilih dalam menentukan masker yang cocok untuk wajah saya. Hanya sedikit masker yang bisa memenuhi kepuasan saya. Salah satu masker andalan saya yang hingga saat inipun masih menjadi favorit saya adalah Do It Yourself (DIY) Mask dengan menggunakan susu cair full cream yang dicampur dengan oatmeal.

Berawal dari sebuah keisengan saja, saya mencampurkan oatmeal instan yang biasa saya konsumsi setiap pagi di saat sarapan dengan susu cair full cream. Hasilnya di luar ekspektasi saya, wajah saya menjadi cerah seketika dan saat dipegang wajah saya terasa sangat halus. Namun, ada hal yang kurang saya suka. Menurut saya, membuat masker DIY cukup merepotkan. Selain itu, saat saya mengaplikasikan masker ini, susu yang digunakan di dalam campuran masker ini sering menetes, sehingga membuat beberapa oatmeal ikut terpeleset dari wajah saya. Namun, saya tetap melakukannya karena hingga saat ini, campuran masker ini tetap merupakan DIY Mask favorit saya.

Keluhan saya tersebut akhirnya terjawab setelah saya menemukan Everwhite Let it Glow Milk & Oat Clay Mask. Sebenarnya saya telah menemukan produk yang serupa dengan bentuk masker bubuk, namun hasilnya tak memuaskan jika dibandingkan dengan produk ini. Jadi, kali ini saya akan membahas secara detail bagaimana pengalaman saya menggunakan masker ini.

Packaging

Masker ini dikemas dalam bentuk tube dan terbuat dari bahan plastik yang umumnya sering digunakan dalam packaging skincare. Warna kuning pastel dan coklat muda yang mendominasi kemasan masker ini menjadi nilai tambah tersendiri yang menjadikan masker ini sangat eye catching. Bentuk tube dengan isi kemasan 125ml ini juga memudahkan saya untuk menakar seberapa banyak produk yang saya butuhkan untuk wajah saya, selain itu tentu saja kebersihannya lebih terjaga mengingat kita tidak perlu mencolek dengan jari seperti saat mengambil produk dari sebuah kemasan jar.

Claims

Masker ini memiliki tiga klaim utama yaitu, brightening, hydrating, dan clear pores. Klaim ini diperjelas dengan uraian manfaat yang diuraikan dalam kemasan yaitu membantu mencerahkan kulit, membersihkan kulit, membantu menyerap dan mengeluarkan racun pada kulit, melembabkan, dan menutrisi kulit.

Ingredients

Oat yang digunakan sebagai star ingredients di dalam masker ini adalah jenis Avena Sativa Meal. Tidak heran mengapa tekstur dari oat yang ada di dalam masker ini tidak terlalu kasar. Hal ini karena oat yang merupakan oat yang paling halus jika dibandingkan dengan steel cut oat dan old fashioned rolled oat.  

Milk atau susu yang digunakan dalam masker ini adalah oat milk. Sehingga dengan kata lain, mereka tidak menggunakan susu hewani tetapi susu yang terbuat dari oat. Bisa dibilang kalau oat memang berperan sebagai peran utama dalam masker ini. Oat sendiri memiliki banyak manfaat seperti membersihkan wajah, exfoliator alami, melembabkan wajah, meredakan kulit yang gatal, mengurangi jerawat, hingga mencerahkan wajah.

Beberapa Ingredients lainnya juga menarik menarik perhatian saya diantaranya yaitu

  • Bentonite dan Kaolin yang merupakan jenis kandungan yang sering ditemukan di clay mask. Keduanya mempunyai peran dalam membersihkan pori-pori sesuai dengan klaim clean pores yang terdapat dalam kemasan.
  • Aloe Vera Leaf Extract atau lidah buaya yang berfungsi untuk menenangkan, menghaluskan, dan melembabkan wajah.
  • Sea Salt Extract dalam masker ini berfungsi sebagai exfoliator alami.
  • Tocopherol atau vitamin E berfungsi sebagai nutrisi kulit yang berfungsi sebagai antioksidan kulit.
  • Fragrance components and finished fragrance yang mungkin sebagian dari kalian akan sedikit merasa kurang nyaman dengan kandungan ini.

Aroma dan Tesktur

Saat saya membuka masker ini, aroma yang paling dominan dari produk ini adalah oatmeal. Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, masker ini mengandung fragrance. Tidak heran, meskipun aroma oat sangat kentara dalam masker ini, kamu juga akan mencium wewangian tambahan. Meskipun begitu, aroma ini tidak sama sekali menganggu bagi saya.

Tesktur dari masker ini tidak terlalu thick seperti clay mask pada umumnya sehingga memudahkan saya untuk meratakannya di seluruh wajah saya. Bulir-bulir oat yang terdapat dalam masker ini juga tidak terlalu kasar sehingga tidak membuat gesekan yang dapat mengiritasi wajah.

 

How I Use this Mask for My Dry Skin

Kulit saya sedang dalam kondisi yang sensitif akhir-akhir ini. Banyak faktor yang memengaruhinya seperti pola tidur saya yang kurang teratur serta stress akibat beberapa kesibukan yang tiba-tiba menumpuk. Hal ini berdampak cukup signifikan terhadap kondisi kulit saya hingga kulit normal saya berubah menjadi kering dan muncul beberapa bruntusan di wajah saya. Sehingga, saya memutuskan untuk menetralisir kembali keadaan kulit saya dengan masker oat dan susu tetapi dengan cara yang lebih praktis.

Anjuran yang diberikan di dalam kemasan tidak jauh berbeda dengan penggunaan clay mask pada umumnya yaitu setelah membersihkan wajah, aplikasikan masker dan diamkan selama 15 menit, lalu bilas wajah hingga bersih. Namun, kondisi kulit wajah saya yang dalam keadaan kering dan sensitif membuat saya memutuskan untuk memakai masker ini hanya selama 7 menit saja.

Setelah 7 menit berlalu, saya membersihkan wajah saya. Namun, sekali lagi karena wajah saya benar-benar dalam keadaan sensitif, saya hanya menggunakan air biasa bukan air hangat seperti yang saya biasa lakukan saat membersihkan clay mask. Perbedaannya cukup signifikan, jika saya menggunakan air hangat, clay mask yang saya gunakan akan lebih cepat bersih dibandingkan dengan menggunakan air biasa. Tetapi, secara keseluruhan saya tidak memiliki masalah terhadap hal ini.

What I Feel about This Mask

Saya tidak merasakan adanya sensasi wajah yang terasa seperti ditarik sama sekali. Saya juga sangat merasa nyaman dalam penggunaannya, tidak ada rasa gatal sama sekali, tidak ada efek negatif yang saya dapatkan saat pemakaian masker ini.

Setelah wajah dibersihkan, saya merasa wajah saya terasa lebih bersih karena komedo di wajah terasa berkurang drastis saat disentuh. Wajah saya juga menjadi lebih halus. Wajah saya juga tidak terasa kering setelah penggunaan masker, namun tidak terlalu lembab juga, sehingga saya segera menggunakan pelembab untuk mencegah dehidrasi pada wajah saya setelah membersihkan masker ini.

Jika saya harus membandingkan klaim produk ini dengan hasilnya, maka efek yang paling signifikan yang saya rasakan adalah clean pores. Saya merasa kinerja bentonite dan kaolin sangat efektif dalam masker ini. Saya tidak bisa merasakan efek brightening terhadap produk ini karena saat menggunakan masker ini, saya sedang tidak mengalami masalah hiperpigmentasi. Sedangkan klaim hydrating tidak terlalu saya rasakan, namun masker ini juga tidak memberikan efek drying yang terlalu berlebihan seperti clay mask lainnya.

Hasil penggunaan masker ini berbeda dengan versi DIY Oat and Milk Mask yang sering saya gunakan. Mungkin hal ini dikarenakan susu yang saya gunakan adalah jenis full cream sedangkan Everwhite Let it Glow Milk & Oat Clay Mask menggunakan jenis susu oat. Menurut saya, DIY Oat and Milk Mask lebih efektif untuk mencerahkan wajah, sedangkan Everwhite Let it Glow Milk & Oat Clay Mask ini lebih efektif untuk membersihkan pori-pori wajah.

How to Buy

Harga dari masker ini sendiri berkisar antara Rp. 70.000 sampai Rp. 97.000. Masker ini bisa didapatkan melalui beberapa e-commerce atau dengan mengunjungi Web Resmi Everwhite. 

Overall Score : 8/10

That’s it all my review about EverWhite Let it Glow Milk & Oat Clay Mask. Terima kasih sudah membaca, fellas!

Karina

A girl who falls in love with skincare and has many intention to try something new.

You may also like...

2 Comments

  1. Keren, Clay mask tapi gak bikin kering

    1. Karina says:

      Hihi iya, selama penggunaannya tepat, masker ini kinerjanya bagus banget^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *